Saturday, November 24, 2018

paru paru basah dan tips mencegahnya

Paru-Paru Basah dan Cara Mencencegahnya


Paru-paru basah adalah penyakit yang bisa tergolong ringan atau menjadi serius sebagaimana dapat membahayakan nyawa penderita. Walau begitu, paru-paru basah dapat dicegah dari sekarang, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri demi mencegah penularan kuman, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok.
Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu bagian paru-paru, atau bahkan keduanya. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh serangan (infeksi) virus, jamur, atau bakteri terhadap sistem pernapasan.

Penyebab, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis Paru-Paru Basah

Ciri-ciri paru-paru basah memiliki tahapan yang bervariasi yang dimulai dari ringan hingga berat. Ciri-ciri paru-paru basah terlihat dari kondisi alveolus yang terisi cairan atau nanah yang menyebabkan penderita kesulitan bernapas.
Paru-paru basah pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan sebagian kecil kasus lain dikarenakan serangan virus. Pneumonia akibat bakteri dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik melalui diagnosis yang tepat oleh dokter.
Paru-paru basah menjadi penyakit yang mulai dinyatakan serius umumnya saat menjangkiti anak-anak dan seorang penderita penyakit paru yang sudah lama atau kronis. Untuk itu, vaksinasi pneumonia dapat diberikan agar terhindar dari jenis-jenis pneumonia dan penyakit mematikan lainnya.
Gejala paru-paru basah terlihat dengan kemunculan sejumlah gangguan, antara lain:
  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk
  • Batuk kering atau disertai dahak dan mengi
  • Napas cepat dan kesulitan bernapas (asma)
  • Demam, menggigil, dan sering berkeringat
  • Nyeri otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Bila sejumlah gejala tersebut muncul, segera hubungi dokter atau mencari pertolongan medis di klinik kesehatan terdekat. Disarankan juga untuk segera memeriksakan diri kepada dokter jika mengalami gejala-gejala lain berupa warna kulit membiru karena kekurangan oksigen, kerap merasa linglung, batuk berdarah, serta demam tinggi di atas 39 derajat celcius. Berikut ini jenis-jenis paru-paru basah berdasarkan penyebab umumnya
  • Pneumonia akibat bakter Penyakit ini menyerang segala usia dan dapat berkembang usai sakit pilek atau flu yang parah. Selain karena Streptococcus pneumoniae, bakteri penginfeksi lainnya adalah Legionella pneumophila dan Chlamydophila pneumonia. Bakteri Pneumocystis jiroveci terkadang dapat ditemukan pada penderita HIV/AIDS yang  mengalami mengalami penurunan sistem imunitas sehingga tubuh penderita sudah tidak mampu melawan infeksi.
  • Pneumonia akibat mikroplasma
    Walau mikroplasma tidak tergolong bakteri dan virus, tapi organisme ini memiliki sifat kedua-duanya. Mikroplasma merupakan agen terkecil penyebab penyakit paru-paru basah ringan yang biasanya menyerang anak-anak dan dewasa muda.
  • Pneumonia akibat virus
    Pada banyak kasus, infeksi virus terhadap sistem pernapasan dapat menjadi pemicu paru-paru basah yang sering menyerang anak-anak dan lansia. Virus flu dapat memperparah kondisi pneumonia, terutama jika terjadi pada ibu hamil, penderita gangguan jantung, dan paru-paru. Kondisi ini juga data diperparah jika terdapat bakteri yang menyerang tubuh
  • Pneumonia tipe lain
    Penyakit pneumonia tipe lain sering kali menyerang sistem imun inang yang terganggu atau individu yang dengan penurunan kinerja sistem imun. Jenis pneumonia tipe lain adalah pneumonia pneumocystis carinii yang umumnya menyerang pengidap human immunodeficiency virus
  • Bagaimana Cara Mencegah Paru-Paru Basah?

    Pencegahan paru-paru basah dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat.  Misalnya, dengan tidak merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Namun tidak hanya itu, masih ada tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan, yaitu:
    • Menjaga kebersihan demi menangkal penyebaran kuman. Mencuci tangan secara rutin demi menghindari penularan kuman dari orang yang satu ke lainnya atau ke benda yang disentuh.
    • Buanglah tisu atau alat pembersih lain yang memungkinkan kuman-kuman dapat tumbuh serta menyerang mulut dan hidung manusia
    • Menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan ketika bersin.
    • Konsultasikan kepada dokter jika kesehatan Anda menurun karena gejala paru-paru basah. Segera periksakan diri Anda kepada dokter jika mengalami gejala paru-paru basah, seperti nyeri dada, sering merasa linglung, dan sesak napas.

Sunday, November 11, 2018

Penyakit jantung dan tips mencegahnya

9 Kebiasaan yang Wajib Diterapkan Mulai Hari Ini untuk Menjaga Kesehatan Jantung


Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit non-menular penyebab kematian terbesar di hampir seluruh bagian dunia. Menerapkan gaya hidup sehat dapat sangat membantu mencegah penyakit jantung.
Berikut adalah 9 kebiasaan sehat yang wajib Anda terapkan mulai hari ini untuk menjaga kesehatan jantung. Semua tips ini pun masih bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki penyakit jantung.

Yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung

Berdasarkan data WHO, penyakit kardiovaskuler merenggut 17,7 juta nyawa setiap tahun. Dari total angka kematian ini, lebih dari setengahnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke. Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta jiwa pada tahun 2030. Begini caranya mencegah penyakit jantung mulai dari sekarang.

1. Perhatikan gejala yang mungkin timbul

Tidak hanya untuk orang-orang yang berisiko terkena penyakit jantung, mewaspadai setiap perubahan dalam tubuh pada dasarnya wajib dilakukan oleh setiap orang untuk berjaga-jaga.
Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan menuliskan perubahan atau sensasi bati yang timbul setiap kali Anda merasakannya. Misalnya kesulitan menarik napas, sesak saat berbaring atau saat beraktivitas, timbul bengkak pada kaki dan tangan, dan gejala lainnya. Beritahu dokter jika Anda merasakan gejala tersebut.
Berikut kami lampirkan sejumlah artikel yang memuat beragam gejala terkait penyakit jantung yang harus Anda waspadai lebih lanjut:

2. Rutin olahraga

Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan parum menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat. Olahragalah setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Tidak ada batasan jenis olahraga apa yang bisa dan harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung. Semua olahraga pada dasarnya baik. Anda dapat berjalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, yoga, atau bahkan tinju.
Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan.
Aktivitas fisik pun tak terbatas hanya dengan olahraga. Saat Anda berada di kantor, jadwalkan istirahat pendek untuk bangkit, gerakkan kaki dan tangan Anda, dan lakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung Anda. Pergi makan siang ke tempat yang agak jauh dengan jalan kaki, jangan melulu hanya makan di meja kerja.

3. Rutin cek tensi

Rutin mengecek tekanan darah setiap hari dapat mencegah penyakit jantung. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”.
Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. Semakin tinggi nilai tensi darah, semakin Anda berisiko hipertensi di kemudian hari. Hipertensi itu sendiri membuat Anda berisiko terkena serangan jantung dan stroke.Gunakan obat hipertensi yang diresepkan dokter apabila tekanan darah Anda sudah lebih tinggi dari seharusnya. Segeralah ke dokter jika tekanan darah Anda berubah.

4. Batasi asupan kolesterol

Cara ideal untuk menjaga tekanan darah adalah dengan mengendalikan asupan lemak jenuh dan kolesterol selalu dalam batas wajar. Jika kadar kolesterol LDL Anda sudah lebih dari 200 mg/dL, sebaiknya Anda berhati-hati. Kadar kolesterol jahat LDL yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah jantung. Jika Anda sudah mengalami serangan jantung, targetkan LDL Anda menjadi 70 mg/dL atau di bawahnya.
Hindari atau batasi makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah Anda, seperti daging berlemak, sosis dan daging burger, mentega, krim, hingga kuebiskuit, cokelat, dan permen. Intinya, batasi garam, lemak, dan gula yang Anda makan. Perbanyak makan makanan berserat dan ikan.
Terkadang diet dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kolestrol pada beberapa orang. Dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin untuk kasus seperti ini.

5. Perbanyak minum air putih

Rajin minum air putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Jika Anda mengidap penyakit jantung, Anda perlu menanyakan kepada dokter apakah Anda perlu membatasi jumlah cairan yang Anda dapatkan setiap hari. Perlu diingat, bukan hanya berapa banyak yang Anda minum. Sumber cairan lain juga perlu diperhitungkan, seperti es krim, agar, dan sup.
Jika Anda perlu membatasi cairan, timbanglah diri Anda setiap pagi. Peningkatan berat badan yang cepat bisa menjadi pertanda bahwa cairan menumpuk di dalam tubuh Anda.

6. Perbanyak makan buah dan sayur

Makanan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Makanan berserat juga membantu anda mengelola berat badan yang sehat. Anda bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan.
Alpukat, apel, pir, dan pisang termasuk kelompok buah-buahan yang tinggi serat. Sementara itu, brokoli, wortel, dan bayam termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan seratnya. Gandum utuh, kacang merah, kacang kedelai, dan beras merah juga termasuk bahan pangan kaya serat. Susu rendah lemak atau bebas lemak juga baik untuk kesehatan.
Anda masih boleh makan daging dan seafood, namun pilih daging yang tidak berlemak sebagai sumber protein hewani Anda.

7. Belajar mengelola stres

Stres adalah hal yang wajar terjadi. Masalahnya bukanlah apa yang menyebabkan stress, tapi bagaimana kita meresponnya. Saat kita sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan darah bisa meningkat sebagai akibatnya.
Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang dipicu oleh stres, Anda harus pintar-pintar mengelola emosi. Jika stress Anda sudah dirasa berlebihan, curhatlah pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional.
Anda juga dapat mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

8. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, Anda harus mulai berusaha untuk berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, berhenti merokok dan/atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu pencegah penyakit jantung.

9. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung)

Terkadang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup mencegah penyakit jantung. Anda mungkin harus minum obat penurun tekanan darah atau kolesterol untuk mengurangi risiko serangan jantung. Jika dokter Anda sudah memberikan obat-obatan yang harus Anda konsumsi, Anda harus patuh dengan meminumnya secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter Anda.